Feed on
Posts
Comments

ALWAYS MOTIVATED  – DO IT NOW !

Mungkin Anda sering mendengarkan motivasi-motivasi yang disampaikan oleh para motivator baik melalui TV, Radio, Seminar ataupun pertemuan-pertemuan lain yang mampu menggerakkan emosi Anda. Namun tidak lama kemudian motivasi tersebut seolah-olah hilang ditelan oleh waktu ataupun aktivitas rutin Anda, sehingga tidak membuahkan apa-apa. Kenapa demikian ?. Berikut ini saya sampaikan beberapa Tips yang bisa menjaga agar Anda tetap termotivasi dan dengan nyata mendapatkan hasil sesuai yang Anda harapkan, yaitu :

Kalau sudah tahu apa yang Anda butuhkan, wah itu sudah hebat, karena banyak juga orang yang tidak tahu persis apa yang diinginkannya. Mulailah menuliskan apa yang Anda harapkan sebagai nilai kesuksesan Anda. Aturlah supaya tulisan tersebut senantiasa mengingatkan Anda dan milikilah keberanian untuk mempublikasikannya kepada orang terdekat Anda. Dengan demikian Anda akan bertanggung jawab untuk memenuhinya. Akan tetapi bilamana Anda belum tahu persis apa yang Anda inginkan, lakukanlah sesuatu yang BAIK yang dapat mengembangkan kemampuan Anda.

Anda bisa saja sudah banyak mendengarkan dan membaca berbagai motivasi dari para motivator, namun apabila motivasi tersebut hanya sepanjang pengetahuan saja tanpa ada tindakan yang nyata maka  semuanya tidak ada manfaatnya bagi Anda. Jadi bertindaklah sesuai dengan motivasi yang sudah Anda miliki. Do It Now !

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

BE HAPPY AT WORK

Be Happy at Work

Mungkin Ada pernah memperhatikan seseorang yang tampangnya cemberut setiap hari, bahkan setiap pagi ketika mau berangkat kerja perutnya selalu mulas. Pasti orang tersebut tidak menikmati pekerjaannya atau jangan-jangan ada seseorang yang mengancamnya di tempat kerjanya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kita didalam menikmati pekerjaan, yaitu lingkungan, teman kerja dan jenis pekerjaan itu sendiri.

Berikut saya berikan 5 Tips yang dapat Anda ikuti agar lebih menikmati pekerjaan Anda.

Tetapkan pekerjaan yang Anda sukai

Tidak satu orangpun yang bisa menikmati semua pekerjaan dari A sampai Z. Ada beberapa pekerjaan dimana seseorang lebih  menikmatinya dibandingkan orang lain. Agar Anda bisa senantiasa menikmati pekerjaan Anda, maka dari awal sebelum memilih pekerjaan Anda sudah harus menentukan pekerjaan apa saja yang Anda harus pilih. Anda akan menghabiskan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang sangat menjengkelkan Anda.

Saya harus menikmati kerja saya hari ini

Sekarang Anda sudah dapat pekerjaan maka  tanamkanlah pernyataan ini dalam benak Anda: “Saya harus menikmati kerja saya hari ini”. Ketika Anda sudah memposisikan diri untuk menikmati pekerjaan Anda, maka kemungkinan besar hal itu akan terjadi. Mulailah bergerak dari sudut positip, niscaya Anda akan menemukan bahwa segala sesuatunya akan lebih indah.

Aktif dan Profesional

Jangan bersikap pasif dalam bekerja. Kebanyakan orang yang bekerja pasif tidak bisa menikmati apa yang mereka kerjakan bahkan akhirnya mereka menjadi bosan. Apabila Anda aktif dan professional dalam apa saja yang Anda kerjakan maka Anda pasti memperoleh hasil yang bagus.

Menyukai Feedback

Mintalah feedback dari rekan kerja dan pimpinan Anda. Orang yang bekerja dengan baik justru akan mendapatkan feedback positip yang lebih banyak. Manfaatkanlah hal ini untuk meningkatkan moral Anda dalam bekerja. Moral yang lebih baik akan menghasilkan performa yang lebih baik. Jadi cobalah menciptakan suatu loop feedback positip yang akan memperbaiki kenerja Anda dalam bekerja.

Belajar berkata Tidak

Beberapa orang susah mengatakan “tidak” meskipun hal tersebut tidak bisa dipenuhinya. Bersepakat dengan tugas yang tidak mungkin Anda kerjakan akan membuat Anda stress dan tidak nyaman bekerja. Belajarlah untuk mengatakan ”tidak” bahkan kepada pimpinan Anda  kalau memang hal tersebut tidak bisa Anda kerjakan. Hal itu tidak menunjukkan bahwa Anda tidak mampu tapi justru memperlihatkan profesionalisme Anda.

Ronny Siagian

Production Manager of PT. ISTW

Founder of CKS Foundation

 

LEAD YOURSELF

LEAD YOURSELF

Ada anggapan bahwa menjadi seorang pemimpin adalah suatu kedudukan yang terhormat dan seorang pemimpin akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari orang-orang yang dipimpinnya. Anggapan seperti itu membuat banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang pemimpin. Hal itu tidak selalu benar meskipun pada umumnya dalam organisasi komersial memang pemimpin seringkali memperoleh benefit yang lebih baik dibandingkan orang-orang yang dipimpin.

Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena kepemimpinan pasti melekat pada sosok pemimpin itu sendiri. Masalahnya adalah apakah pemimpin tersebut memiliki kepemimpinan yang bagus atau tidak karena hal tersebut akan berdampak kepada hasil yang akan diperoleh oleh organisasi tersebut ataupun si pemimpin itu sendiri.

Seorang pemimpin tentunya harus bisa memimpin orang lain. Akan tetapi sebelum menjadi seorang pemimpin yang memimpin banyak orang, ada persyaratan yang harus dimiliki : dia harus bisa memimpin dirinya sendiri. Jadi starting point dari semua kepemimpinan adalah belajar memimpin diri sendiri. Di dunia militer diajarkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik terlebih dahulu Anda harus menjadi pengikut yang baik. Dan hal ini berlaku juga dalam kehidupan kita secara umum.

Berikut ada tujuh hal yang akan menuntun perjalanan Anda untuk memimpin diri Anda sendiri.

Exhibit Self Control

Agar bisa sukses memimpin diri sendiri  Anda harus bisa mengendalikan nafsu atau emosi Anda yang berlebihan. Apakah Anda cenderung untuk marah dengan tidak semestinya dan menyerang orang-orang ketika mereka tidak melakukan sesuai keinginan Anda ? Apakah Anda masih memiliki sifat menyimpan dendam ? Anda harus belajar mengendalikannya.

Live Wisely

Agar bisa memimpin diri sendiri Anda harus belajar untuk hidup bijaksana. Kehidupan yang bijaksana artinya belajar untuk menetapkan pilihan yang terbaik. Segala sesuatu yang sudah Anda pelajari tentang leadership, terapkanlah dalam hidup Anda secara bijaksana. Ketika Anda sudah melatih self control dan membangun kehidupan yang bijaksana maka langkah selanjutnya akan menyusul secara alami.

Build a Good Reputation

Ada suatu pepatah mengatakan “ reputasi yang baik melebihi kekayaan yang melimpah, mendapatkan penghargaan yang tinggi lebih baik daripada memilik perak ataupun emas.” Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang sukses, Anda harus mempertimbangkan reputasi Anda dalam suatu komunitas. Apakah Anda dikenal sebagai seseorang yang dapat dipercaya ? Apakah ucapan Anda bisa dipegang ? Apakah Anda orang yang plin-plan ? Hal-hal ini akan menjadi pertanda dari seberapa baik Anda memimpin diri Anda sendiri.

Be Hospitable

Salah satu jalan yang terbaik menuju kesuksesan adalah keramahan kepada orang lain. Tentu saja salah satu bentuk keramahan adalah menerima orang lain datang ke rumah Anda sendiri. Akan tetapi bisa saja lebih sederhana  dari hal itu yaitu dengan cara mengundang orang lain untuk bergabung dengan Anda dalam beberapa aktivitas. Cobalah. Apabila Anda ingin makan siang di kantor ajaklah seseorang bersama Anda. Jika Anda melihat seseorang sedang mencari tempat duduk di restoran atau di suatu seminar, tawarkanlah kursi kosong di sebelah anda tanpa membuat mereka bertanya “apakah kursi ini kosong ?”

Share What You Know

Sekali lagi ini akan kembali membuat Anda melayani orang lain. Apakah Anda mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang telah membuat Anda lebih baik ? Bagikanlah hal itu kepada orang lain.

Be Gentle

Jika Anda benar-benar ingin merubah orang yang melakukan kesalahan, belajarlah melakukannya dengan lemah-lembut. Berdialog dengan lemah-lembut dengan orang lain adalah suatu indikator kunci dari pengendalian diri sendiri. Jangan salah mengerti dengan lemah-lembut, hal ini bukan berarti melulu lemah atau melulu lembut.

Love Peace

Kalau ada perselisihan di sekitar Anda, hal itu berarti Anda mempunyai sesuatu yang harus dikerjakan yaitu membawa damai. Mencintai kedamaian bukan bicara masalah politik, akan tetapi sesuatu yang harmonis, tenangan atau tentraman di sekitar Anda. Mencintai kedamaian berarti Anda tidak mengganggu orang lain tapi justru membuat orang laim merasa damai.

 

Ronny Siagian
Founder of CKS Foundation

TALENTS

Talents

Aug 8th 2008 by Ronny Siagian

 

 

Mungkin Anda sering mendengar bahwa setiap manusia pasti memiliki bakat alami yang dibawa semenjak lahir, dan kalau dioptimalkan maka bakat tersebut akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Nah sekarang pertanyaannya adalah : Apakah Anda mengenali bakat-bakat yang Anda miliki ?

 

Pertanyaan ini menjadi penting untuk direnungkan karena kebanyakan karyawan dan calon karyawan yang pernah saya interview tidak bisa menjawab dengan pasti mengenai bakat apa saja yang mereka miliki. Mungkin kondisi ini terjadi karena semenjak lahir mereka senantiasa didominasi oleh para orang tua yang cenderung menekankan keinginan mereka kepada anak-anaknya.

 

Untunglah belakangan ini para orang tua di Indonesia sudah banyak yang menyadari bahwa kesuksesan seseorang sangat dipengaruhi oleh bakat alaminya, sehingga mereka mulai mencari kursus-kursus yang bisa mengoptimalkan bakat alami anak-anak mereka. Televisi Indonesia juga sudah banyak menyiarkan acara perlombaan ketrampilan bakat, seperti Akademi Fantasi Indonesia, Indonesian Idol, Star Dut, Idola Cilik, Multitalent Be A Star, Dai Cilik dan lain-lain. Dalam acara-acara tersebut kita sering mendengar komentar dari para dewan juri yang mengatakan “Optimalkan Bakat Anda”. 

 

Kenali Bakat Alami Anda

 

Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan bakat ? Bakat yang juga disebut sebagai talenta adalah pola pikir, perasaan, dan prilaku yang secara alami dapat terlihat pada diri seseorang. Kalau Anda bisa melakukan sesuatu maka Anda dikatakan punya kemampuan, namun bakat akan memperlihatkan sebaik dan sesering apa Anda melakukan sesuatu tersebut.

Menurut Howard Garner, yaitu seorang pendidik di Harvard University, Amerika, bakat dibagi dalam delapan kategori Multiple Intelligences, yaitu :

a.       Kecerdasan Berbahasa (Linguistic Intelligence).

b.      Kecerdasan Logika (Logical Intelligence).

c.       Kecerdasan Ruang (Spatial Intelligence).

d.      Kecerdasan Musik (Musical Intelligence).

e.      Kecerdasan Tubuh-Kinestetik (Bodily-Kinesthetic Intelligence).

f.        Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence).

g.       Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence).

h.      Kecerdasan Natural  (Natural Intelligence).

 

Kondisi-kondisi berikut ini akan membantu Anda untuk mengenali bakat yang Anda miliki, yaitu :

 

1.  Memiliki hasrat.

Ketika Anda melihat, mendengar atau menerima ajakan dari seseorang untuk mengerjakan suatu aktivitas, Anda merasa memiliki hasrat yang kuat untuk mengerjakannya. Anda juga begitu asyik pada saat mengerjakannya sehingga Anda masih berusaha mengulur-ulur waktu ketika saatnya untuk istirahat. Apabila Anda merasakan seperti itu, bisa jadi bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu dari bakat alami Anda.

2.  Kemampuan menguasai.

Apabila ada pekerjaan yang baru diperkenalkan pada Anda, sepertinya Anda tidak susah untuk mempelajarinya, bahkan Anda bisa melewati langkah-langkah yang belum diajarkan. Anda bisa menguasai pekerjaan tersebut dengan cepat dibandingkan dengan pekerjaan yang lain. Kelihatannya Anda berbakat dalam pekerjaan tersebut.

3.  Merasa puas.

Ketika mengerjakan pekerjaan tersebut, Anda tidak saja hanya merasa senang tetapi juga merasa puas dengan hasil yang Anda peroleh.

4.  Pendapat orang lain.

Menurut orang lain, Anda memiliki bakat dengan kegiatan yang sedang Anda kerjakan. Tentu saja orang lain tersebut adalah orang yang Anda percaya bahwa mereka memberikan penilaian yang jujur.

 

Kondisi-kondisi diatas menuntut Anda untuk melakukan sesuatu aktivitas, dengan demikian Anda bisa mengetahui apakah Anda memiliki hasrat, terlihat lebih cepat menguasai, merasa puas dan mengetahui kesan orang lain pada saat Anda melakukannya. Jadi apabila Anda belum juga mengenali bakat alami Anda, kerjakanlah hal-hal yang baru yang selama ini belum pernah Anda kerjakan.

 

Cari Peluang untuk Mengembangkan Bakat Anda

 

Setelah Anda benar-benar mengerti bakat yang Anda miliki, cobalah menemukan peluang untuk mengembangkan atau mengoptimalkannya di tempat Anda bekerja saat ini. Peluang bukanlah hanya posisi atau jabatan yang kosong yang diumumkan di kolom iklan atau di papan pengumuman, tetapi juga sesuatu yang Anda lihat bahwa bakat dan keahlian Anda dibutuhkan disana. Mungkin pimpinan Anda tidak mengenal bakat yang Anda miliki sehingga dia tidak bisa menempatkan pekerjaan atau posisi yang tepat bagi Anda, tapi sesungguhnya Anda mengetahuinya. Oleh karena itu carilah atau ciptakanlah peluang agar Anda bisa menempati suatu posisi dimana Anda bisa mengembangkan bakat alami Anda disana.

 

Mungkin Anda seorang karyawan yang saat ini bekerja di bagian produksi tapi Anda memiliki bakat di bidang lukis-melukis. Atau Anda bekerja di bagian engineering yang memiliki bakat menyanyi atau berbicara dalam banyak bahasa. Atau Anda karyawan yang bekerja sebagai tenaga penjual namun Anda memiliki bakat di bidang hitung-menghitung atau apa saja bakat Anda. Saya katakan sayang sekali kalau Anda membiarkan bakat tersebut hanya sekedar bakat tanpa ada usaha untuk mengembangkan dan mengoptimalkannya. Sediakanlah waktu Anda sejenak untuk melihat peluang untuk mengembangkan bakat Anda dimanapun Anda bekerja.

 

Jadikan Bakat menjadi Kekuatan

 

Segera setelah Anda mengenali bakat alami Anda dan telah menemukan peluang dimana Anda bisa mengembangkannya, maka selanjutnya adalah mengoptimalkannya supaya menjadi suatu  kekuatan bagi Anda. Anda membutuhkan pengetahuan tambahan dan latihan-latihan untuk menjadikan bakat yang Anda miliki menjadi suatu kekuatan ( strength ) Anda yang luar biasa untuk mencapai puncak karier Anda.

 

Setelah Anda sudah memiliki kekuatan di bidang tertentu, bukan berarti sudah tidak ada lagi bakat tersembunyi lain didalam diri Anda yang menunggu untuk ditemukan. Memang Anda tidak bisa unggul dalam segala hal, tetapi Anda bisa mengoptimalkan bakat-bakat alami Anda.  

 
Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW

GOAL SETTING

GOAL SETTING

Goal Setting adalah suatu proses yang sangat ampuh untuk memikirkan masa depan Anda, dan sekaligus memotivasi Anda untuk mewujudkannya kedalam bentuk realitas. Ketika Anda sudah terbiasa untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai maka rasa percaya diri Anda akan berkembang pesat.

Starting to Set Personal Goals

Goal dapat ditetapkan dalam level yang berbeda-beda. Terlebih dahulu Anda harus membuat Big Picture dari apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup Anda, dan memutuskan goal besar apa yang akan Anda capai. Kemudian goal besar tersebut dibreakdown menjadi sasaran-sasaran  yang lebih kecil yang mudah dicapai dan akhirnya ketika Anda sudah mempunyai rencana untuk itu semua, maka mulailah bekerja untuk mendapatkannya.

Goal Setting Tips

Tetapkan setiap goal dengan suatu pernyataan positip. Ungkapkan goal-goal positif Anda. “Lakukan cara ini dengan baik” adalah lebih baik daripada “Jangan buat kesalahan bodoh ini”.

Be precise. Tetapkan suatu goal yang tepat, tentukan tanggal dan waktu dan jumlahnya, dengan demikian Anda dapat mengukur tingkat pencapaiannya. Jika Anda melakukannya, Anda akan mengetahui dengan pasti apakah Anda sudah mencapainya atau belum, dengan demikian Anda bisa merasa puas ketika mencapainya.   

Buatlah prioritas. Bilamana Anda memiliki beberapa goal, tentukanlah prioritas masing-masing. Hal ini akan membantu Anda untuk mencegah perasaan kebanjiran goal dan menolong Anda untuk memusatkan perhatian kepada goal yang paling penting.

Tuliskan goal Anda. Jangan hanya menyimpan goal Anda dalam kepala dan angan-angan akan tetapi Anda harus menuliskannya kedalam media yang tertulis.

Jaga agar operational goals tetap kecil. Goal yang terlalu besar harus dibreakdown kedalam goal operational yang lebih kecil. Pencapaian operational goal yang kecil akan menghantar Anda dalam pencapaian goal besar.  

Buatlah performance goal bukan outcome goal. Anda harus menetapkan goal yang mempunyai nilai pencapaian yang dapat dikendalikan tidak hanya sekedar hasil yang diperoleh.

 

SMART Goals :

Specific

Measurable

Achievable

Reasonable

Time-frame

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

CHANGE OR DIE

Orang tua saya yang datang dari kampung berkomentar “tahun lalu tempat ini belum seramai ini, cepat sekali berubah ya” dan ketika melihat anak-anak saya mereka juga bilang “sudah pada gede-gede ya, rasanya kemarin masih kecil-kecil”. Sebaliknya ketika saya pulang kampung saya berkomentar kecewa “kok Danau Toba yang dulunya biru dan jernih, sekarang menjadi keruh dan kotor”.  Kita yang tinggal di Jabodetabek juga tidak kaget lagi kalau melewati  jalan raya yang tadinya mulus sekarang penuh dengan lobang-lobang dan batu-batuan. Anak-anak muda yang tidak memiliki handphone dianggap kampungan dengan sindiran “hari gene nggak punya handphone”.

Zaman orang tua saya dulu, seorang tamatan SMA akan diterima bekerja dimana saja dia mau, tapi apa yang terjadi saat ini, para sarjana pun sudah sulit mencari pekerjaan. Murid-murid SMP sekarangpun sudah diberikan PR yang harus dicari lewat internet, yang bikin orang tua kewalahan.

Para karyawan yang dibayarkan gajinya dengan cara tunai, dianggap karyawan yang kurang bonafide dibandingkan dengan cara transfer ke rekening bank. Para eksekutif mulai terbiasa dengan phonebanking , internet banking ataupun credit card, sehingga mereka jarang melihat uang tunai, kecuali para koruptor yang masih suka menyimpan uang tunai dalam kantong plastik atau dibawah bantal.

Kita bisa menyebut bahwa zaman sekarang adalah zaman cepat berubah atau zaman turbulence. Zaman turbulence ini akan menimbulkan iklim persaingan yang sangat ketat, oleh karena itu pilihan yang ada adalah berubah atau mati ditelan zaman. Change or Die !

Begitu juga apabila pelaku bisnis tidak bisa mengikuti zaman turbulence ini, sudah bisa dipastikan bahwa cepat atau lambat mereka akan mati juga. Oleh karena itu perusahan yang maju selalu berusaha melakukan perubahan-perubahan di berbagai  bidang seperti perubahan mesin dan sistem produksi, sistem keuangan dan akuntansi, sistem layanan purna jual dan banyak perubahan lainnya.

Ada kebiasaan karyawan yang kurang respek dengan perubahan, mereka mengatakan “dari dulu tidak ada masalah kenapa mesti dirubah”. Memang biasanya suatu perubahan dilakukan apabila sudah terjadi masalah, setelah kita mengalami kerugian. Lain halnya apabila kita sudah bisa mengantisipasi potensi masalah dengan demikian kita sudah siap untuk menghadapi masalah yang tidak akan merugikan kita. Hal ini bukan berlaku hanya untuk bisnis saja akan tetapi untuk karier kita juga sebagai karyawan ataupun sebagai orang tua. Bagi Anda yang sudah membaca buku Our Iceberg is Melting pasti sudah memahami pentingnya melakukan perubahan. Selamat untuk berubah. Change or Die.

Ronny Siagian

Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

BE POSITIVE

Pernahkah Anda mendengar komentar seseorang yang mengatakan “saya merasakan ada aura negatif di tempat ini”. Saya bilang dia sok tahu ! Tapi diam-diam saya mencoba  mengoptimalkan semua indera perasaan saya siapa tahu saya bisa merasakan seperti halnya orang tersebut. Ayo, mari ikut dengan saya membayangkan ketika kita berada dalam suatu ruangan dimana terdapat orang-orang yang selalu marah-marah, wajah sinis, penuh gossip, ucapan menyindir dan menyakiti hati, tekanan berlebihan, wajah stress mungkin kita akan setuju dengan komentar orang tersebut.  Sebaliknya mari kita bayangkan ketika kita berada dalam suatu ruangan dimana terdapat orang-orang yang selalu senyum, menyapa dengan ramah, kata-kata yang menghibur dan menguatkan, wajah ceria, kata-kata pujian dan penuh semangat oh.. indah sekali, mungkin ini namanya aura positif.

 

Kalimat Positive Thinking mungkin sudah sering kita dengar, tapi mari kita coba bedakan berdasarkan objeknya, yaitu berpikir positif terhadap diri sendiri, berpikir positif terhadap orang lain, berpikir positif terhadap pekerjaan, dan berpikir positif terhadap dunia sekitar kita.

 

a.      Positif terhadap diri sendiri.

 

Berpikir positif terhadap diri sendiri, berarti pertama-tama melihat dan menyikapi diri sendiri dari sisi positif. Termasuk dalam hal ini menerima diri sendiri, menyadari kekurangan dan kelebihan diri sendiri, menghargai diri sendiri, serta terutama membangun dan memimpin diri sendiri. Hasil paling nyata dari pikiran positif adalah lahirnya rasa percaya diri yang kuat namun sehat.

 

Bagaimana mungkin orang bisa berkembang dengan motivasi yang kuat apabila dia sendiri selalu berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Sedikit-sedikit menyalahkan diri sendiri. “Ah, dasar gue emang bodoh, emang gue dilahirkan menjadi pecundang, gue nggak pernah benar”.

 

Pikiran negatif seperti itu akan menteror Anda habis-habisan, dan suatu saat Anda akan berakhir secara mengerikan. Hilangkan pikiran seperti itu. Anda diciptakan oleh Sang Pencipta dengan segala kelebihan, Anda memiliki banyak kelebihan yang orang lain tidak memilikinya. Pikirkanlah selalu kelebihan Anda, jangan ditutupi tapi berikan ruang gerak bagi kelebihan Anda. Anda akan menjadi orang yang HEBAT.

 

b.      Positif terhadap orang lain.

 

Kenyataan bahwa banyak manusia yang tidak baik di sekitar Anda. Mereka berwatak jahat dan merugikan Anda, mereka tidak dapat dipercaya. Apakah dengan demikian Anda menjadi menutup diri dan tidak mau bergaul dengan mereka. Anda tidak bisa hidup sendiri, itu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Oleh karena itu Anda harus melihat bahwa dalam diri orang lain terdapat juga sejumlah sifat positif. Dengan demikian, Anda harus membangun perasaan yang cenderung untuk mendekati orang lain, memulai perkenalan, memberi perhatian, melayani dengan tulus, dan membina persahabatan. Para pakar bilang, bahwa IQ bukan penentu kesuksesan seseorang, tapi bagaimana dia bergaul dan memanfaatkan pergaulannya itulah yang sangat mempengaruhi kesuksesannya.

 

c.       Positif terhadap pekerjaan.

 

Dalam wawancara rekrut karyawan, saya pernah mendengar alasan bekerja adalah untuk memperbaiki status daripada menganggur namun sebagian besar dengan alasan untuk mencari nafkah. Apakah Anda menerima karyawan yang pertama ? Pekerjaan sering ditempatkan sebagai sesuatu yang harus dikerjakan dengan terpaksa dan ada pula yang mengatakan sebagai kutukan.  Bisa saja Anda merasa berat dalam bekerja, namun pekerjaan adalah sesuatu yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa untuk kita nikmati.

 

Orang-orang yang selalu negatif dengan pekerjaannya tidak akan bisa membangkitkan antusiasme dalam dirinya. Sebaliknya bila Anda berfikir bahwa pekerjaan Anda adalah anugerah Illahi, maka Anda akan selalu termotivasi untuk lebih baik lagi. Hari-hari perjelanan karir Anda akan terasa lebih indah dan tidak terasa Anda sudah menjadi orang yang berhasil.

 

d.      Positif terhadap dunia sekitar.

 

Pikirkan dan sikapilah dunia sekitar Anda dengan kacamata positif, terutama lingkungan sosial dan alam dimana Anda berada. Dengan bersikap positif, maka Anda akan melihat banyak sekali kesempatan untuk mengembangkan potensi Anda.

 

Anda tentu pernah mendengar bahkan sangat akrab dengan nama Walt Disney. Lelaki miskin ini bercita-cita untuk hidup dari bakatnya melukis. Meskipun untuk mendapat pekerjaan sebagai seorang pelukis sangat sulit, namun dia tidak pernah putus asa.

 

Karena kegigihan dan kesungguhannya, seorang pendeta terkesan dan menaruh belas kasihan. Disney kemudian diberi kesempatan tinggal di gudang gereja dengan imbalan ia mau menggambar poster dan pengumuman untuk keperluan komunitas gerejanya.

 

Sebagai seniman, dia dianggap manusia aneh. Dia kesepian, sendiri dan tak seorangpun mengerti dirinya. Dalam kesepiannya itulah ia mulai berkawan dengan dua ekor tikus yang ada dalam gudang gereja. Tikus itulah yang menjadi teman sejatinya, dan yang sehari-hari mampu menghibur dirinya.

 

 

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

 

Apakah Anda pernah mendengar cerita seperti ini ? :

Seorang Bapak menyetop bus di jalan. Setelah bus berhenti si Bapak tersebut langsung masuk dan duduk di kursi belakang. Beberapa jam kemudian si Bapak bertanya kepada penumpang yang lain “Bu, bus ini mau kemana ?” tapi si Ibu itu menjawab “Maaf Pak, saya kurang tahu, tanya saja kondekturnya”. Kemudian si Bapak bertanya kepada kondektur “Bang, bus ini mau kemana ?” si kondektur menjawab “maaf Pak, saya orang baru, coba Tanya sopirnya saja Pak”. Kemudian si Bapak bertanya kepada sang sopir “Pak, bus ini mau kemana?” si sopir juga menjawab “Maaf Pak, saya juga kurang tahu”.

 

Cerita ini hanyalah cerita illustrasi saja, karena tidak akan ada kejadian seperti itu di planet Bumi ini. Tapi mari simak berita menarik berikut :

Pesawat Wings Air jenis MD-82 dengan nomor penerbangan IW-8730 yang terbang dari Jakarta menuju Bandara International Minangkabau (BIM) melakukan pendaratan Senin 12/9/2005 sekitar pukul 10.10 WIB di Bandara Tabing yang membuat sekitar 130 orang penumpang terkaget-kaget. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kasus salah mendarat itu akibat pilot tidak mengenali bandara BIM.   

 

Pengalaman saya adalah seperti ini : Ketika istri saya menanyakan “Pa, mau dibelikan makanan apa ?” sering saya jawab “terserah”. Biasanya kalau jawaban saya seperti itu, saya harus rela mendapatkan makanan yang belum tentu saya sukai. Lebih tidak enak lagi adalah saya harus rela menunggu berlama-lama karena istri saya mutar-mutar dulu kesana-kemari, dan pernah mobilnya ketabrak karena berhenti mendadak di depan warung sate. Kenapa bisa demikian ? karena saya tidak menetapkan satu tujuan dan istri saya juga tidak bisa menetapkan suatu tujuan.

 

Mungkin kita terlalu sibuk bekerja, bertumpuk-tumpuk kertas yang harus diselesaikan, kita terpancing untuk menanggapi semua issu yang berkembang, sibuk dengan detail-detail yang menyebar, yang membuat kita kehilangan arah untuk mencapai suatu tujuan.

 

Apakah Anda sudah mengenali tujuan yang akan Anda capai ?

Apakah Anda sudah berada di jalur yang tepat ?

Apakah Anda sudah memiliki keahlian untuk itu ?

 

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

Suatu kali saya meminta anak saya untuk membelikan buah di toko yang ada di pinggir jalan. Saya bilang buah apa saja terserah kamu. Kemudian dia menuju toko dan segera kembali ke mobil dengan membawa dua kantong plastik sambil menyerahkan uang kembalian.

Setelah sampai di rumah, saya kaget karena sebagian mangga yang dibeli anak saya benar-benar busuk. Saya kesal dan marah kepada anak saya. Anak saya terdiam dan merasa bersalah dengan kejadian tersebut. Sebenarnya saya kesal bukan kepada anak saya, akan tetapi kepada si penjual buah. Toko buah tersebut bukanlah toko yang saya kunjungi hanya sekali dua kali, akan tetapi sudah menjadi langganan saya. Oleh karena itu saya pikir anak saya tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan buah yang bagus.

Akhirnya saya menyadari bahwa dalam hal ini sayalah yang salah karena saya tidak memberi petunjuk mengenai buah yang bagus kepada anak saya. Kalau saya menginginkan anak saya membeli buah yang bagus, maka  seharusnya saya memberi petunjuk, mengajari dan melatih anak saya untuk memilih buah yang bagus dan segar.

Didalam dunia kerja juga, saya masih sering terpancing untuk bersikap salah seperti yang pernah saya lakukan dengan anak saya. Anak buah yang melakukan kesalahan operasi (miss operation ), laporan yang keliru dan kesalahan-kesalahan lain, sering saya anggap sebagai ketidakmampuan dari anak buah saya, padahal belum tentu.

Beberapa hari terkahir ini, saya mengalami masalah administrasi produksi karena anak buah saya yang mengurusnya tiba-tiba mengundurkan diri. Akhirnya saya menunjuk satu orang untuk mengerjakannya. Tapi apa yang terjadi, saya menerima laporan yang tidak memuaskan karena tidak sesuai dengan keinginan saya. Walaupun saya tidak marah tapi saya masih terpancing untuk menganggap bahwa dia tidak mampu melakukan pekerjaan tersebut. Padahal saya belum mengajari dan melatih dia untuk membuat laporan seperti yang saya inginkan. Kembali saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya sudah melatih anak buah saya ?

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

Tulisan berikut adalah sebagian pengalaman saya ( Ronny Siagian® ) dalam meniti karier yang biasa saya jadikan motivasi bagi rekan-rekan karyawan dan ada di Bab-2 dalam buku saya GO TO THE HIGHER LEVEL. Anda bisa mengutipnya dengan  menuliskan sumbernya.

 

Where Is Your Position ?

 

Momen-momen seperti dibawah ini perlu Anda perhatikan  untuk mengetahui apakah Anda sudah berada di jalur pendakian karier yang sudah tepat atau tidak.

 

SAAT-SAAT PERKENALAN

Kenyataan yang sering kita perhatikan adalah bahwa banyak karyawan atau profesional yang merasa malu ketika status jabatan yang tertulis di kartu namanya terlihat kurang keren. Kalau Anda merasa demikian tentu Anda tidak akan mencetak kartu nama yang baru supaya terlihat lebih bonafide bukan ?. 

 

KENAPA ANDA DISANA ?

Apabila nama Anda sudah tercantum di struktur organisasi yang menyeluruh, kelihatannya Anda sudah berada di posisi yang lumayan baik. Tetapi kalau nama Anda tidak terlihat, sekalipun dalam struktur organisasi yang lebih kecil, maka Anda harus sadar bahwa Anda kurang diperhitungkan di perusahaan Anda.

 

Perusahaan atau pimpinan yang baik akan menempatkan seseorang di suatu posisi yang sesuai dengan keahlian atau potensi orang tersebut, yang sering kita ketahui dengan istilah the right man in the right place. Namun ada juga kemungkinan seseorang ditempatkan pada suatu posisi yang bukan karena potensi atau ketrampilannya, akan tetapi karena kelakuannya yang kurang baik sehingga dia dimutasi ke posisi tersebut.

 

APA YANG ANDA KERJAKAN ?

Suatu posisi tentu memiliki suatu standar kompetensi atau persyaratan yang harus dimiliki seseorang apabila menduduki posisi tersebut. Anda disebut capable atau cocok, apabila Anda sudah mempunyai standar tersebut dan mengerjakannya dengan baik. Itulah yang dimaksudkan “Apa yang seharusnya Anda kerjakan”

Orang yang berpikir bahwa pekerjaannya penting, mendapat isyarat mental tentang bagaimana melakukan pekerjaannya dengan lebih baik. Pekerjaan yang lebih baik berarti Promosi lebih besar, uang lebih banyak, prestise lebih besar, kebahagian lebih besar.

 

CAREER PLANNING ?

Sebagai seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan, Anda harus memiliki cita-cita atau harapan, “Anda mau jadi apa di perusahaan Anda ?”. Dengan adanya cita-cita yang jelas, Anda bisa merencanakan promosi Anda.

Pegang kembali struktur organisasi yang terbaru, ambil stabilo dan lingkarilah posisi yang Anda akan dapatkan di masa yang akan datang. Tuliskan rencana Anda di sebelahnya, kapan Anda akan menggapainya. Anda pasti sukses mendapatkannya apabila Anda memiliki komitmen pribadi yang kuat untuk mendapatkannya. Buatlah Career Planning Anda sendiri. Langkah-langkah perbaikan apa yang akan Anda kerjakan. Selamat menjalankannya.

 

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

Saya nggak pernah tahu seperti apa wajah saya kalau lagi serius kerja, untunglah ada teman saya yang menegur “Pak, wajahnya serem kalau lagi seius”. “Masa, padahal saya nggak merasa terlalu serius”. Kemudian saya mulai belajar untuk bisa bekerja serius tapi santai. Berikut adalah cara-cara yang saya terapkan :

 

Tersenyum kepada setiap orang

Bangun pagi saya membiasakan diri untuk tersenyum kepada istri bahkan kepada embun pagi yang segar. Tersenyum kepada satpam, office boy dan semua orang yang saya temui di kantor. Hampir semua mereka membalas senyuman saya dengan senyuman juga.

 

Duduk dengan tegak

Posisi duduk yang tegak akan membuat paru-paru, jantung, otot dan saraf tetap rileks. Tapi kebiasaan duduk saya dari kecil sudah kurang bagus, sehingga saya harus kerja keras untuk memperbaikinya. 

 

Memberi pujian kepada orang lain

Saya membiasakan diri untuk mengancungkan jempol kepada teman kerja yang saya lihat melakukan pekerjaannya dengan baik. Kadang-kadang saya berikan tulisan di kertas bahwa dia melakukannya dengan baik dan SMS sangat tepat untuk hal ini. Tapi sebaliknya saya dengan sopan menegur rekan kerja yang melakukan hal-hal yang nyata tidak baik.

 

Bersahabat dengan orang periang

Ternyata kalau kita banyak bergaul dengan orang yang ceria, secara tidak sadar kita juga jadi ikut-ikutan ceria. Tidak diragukan lagi kalau orang yang ceria jarang stress karena pada saat itu paru-paru, jantung, otot dan saraf kita bisa lebih rileks.

 

Berpikir positip dalam menghadapi setiap permasalahan

Apapun yang terjadi saya coba untuk berpikir dari sisi yang positip. Meskipun saya harus sering berlatih.

 

Berbicang secara santai, akrab serta komunikatif

Nah ini yang saya perlu hati-hati, karena salah-salah bisa dianggap kurang serius. Karena banyak orang beranggapan bahwa orang yang berbicara santai adalah orang yang kurang serius bekerja.

 

Menonton film humor

Saya lebih senang menonton Tom Jerry, Mickey Mouse atau Mr. Bean daripada Die Hard, Speed apalagi Hantu Jeruk Purut.

 

Berolah raga secara rutin

Yang terkahir ini juga masih susah saya kerjakan. Paling juga berenang setiap minggu. Saya tidak disiplin berjalan minimal 15 menit setiap pagi. Saya akan usahakan.

 

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

 

Kalau sudah menjelang akhir tahun kebanyakan perusahaan sibuk melaksanakan penilaian prestasi ( performance appraisal ) dari karyawan-karyawannya. Ada juga yang melakukan penilaian hanya beberapa minggu sebelum kenaikan gaji yang berakibat banyak karyawan yang kecewa dengan apa yang mereka terima. Oleh karena itu, pastikan bahwa cara penilaian karyawan sudah tepat sehingga berdampak kepada peningkatan motivasi dan kepuasan kerja bukan kekecewaan.

Berikut adalah syarat-syarat penilaian prestasi yang objective, adil dan berdampak positif bagi karyawan :

Penilaian harus didasarkan pada target yang telah ditetapkan

Penilaian prestasi kerja harus diukur menurut target kerja yang sebelumnya sudah benar-benar dimengerti dan diterima oleh karyawan.

Penilaian informal dan umpan balik secara teratur perlu diadakan untuk kurun waktu tertentu

Karyawan yang bersangkutan harus dinilai dan dilatih selama kurun waktu tertentu, jadi penilaian bukan suatu -kejutan bagi mereka.

Data-data penilaian yang objective harus digunakan

Penilaian harus didasarkan pada data-data prestasi yang objective yang dikumpulkan selama kurun waktu penilaian prestasi.

Harus digunakan ketentuan yang sama

Pekerjaan yang sama/mirip harus mempunyai syarat-syarat yang sama/mirip yang dapat digunakan untuk semua karyawan.

Semoga bermanfaat.

Ronny Siagian

Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

 

Budaya Perusahaan ( Corporate Culture ) adalah : nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan, sehingga masing-masing anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan bagaimana mereka harus bertindak atau berprilaku. Definisi yang lebih sederhana adalah : serangakaian nilai atau keyakinan yang menghasilkan pola prilaku tertentu secara kolektif dalam korporasi.

 

Bila Anda memasuki jalan tol Jagorawi, coba layangkan pandangan Anda sejenak kepada selembar kertas yang tertempel di permukaan kaca di samping operator pintu tol.  Disana Anda akan melihat selembar kertas yang bertuliskan Visi, Misi dan Nilai-nilai (Values) dari perusahaan penyelenggara jasa jalan tol tersebut. Anda juga bisa melihat pernyataan Visi, Misi dan Nilai-nilai dari berbagai organisasi seperti Bank, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi bahkan di Curiculum Vitae dari seorang sarjana.

 

Kalau Anda mau menuju ke level yang lebih tinggi, maka Anda tidak cukup hanya mengetahui dan memahami, tapi Anda juga harus benar-benar larut didalam nilai-nilai dan keyakinan yang menjadi budaya perusahaan dimana Anda bekerja. Kalau tidak, Anda  akan terlihat seperti orang asing diantara kerumunan orang. Bagaimana mungkin Anda bisa mendapatkan posisi yang baik sementara Anda tidak bisa diterima oleh orang-orang di sekeliling Anda.

 

 

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

MANAGEMENT STYLE

Kalau budaya perusahaan ( corporate culture ) disebut sebagai nilai-nilai atau keyakinan yang menghasilkan pola prilaku tertentu  dari keseluruhan sumber daya manusia yang ada dalam suatu perusahaan maka gaya manajemen ( management style ) lebih bersifat kepada bagaimana cara atau style dari para pemimpin memperlihatkan budaya yang berlaku di perusahaan tersebut.  Oleh karena itu gaya manajemen sangat dipengauhi oleh gaya kepemimpinan dari board of  commissioners ataupun board of directors.

 

Hingga saat ini, perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia belum memiliki gaya manajemen yang khas yang bisa disebut gaya management Indonesia, akan tetapi merupakan adopsi atau kombinasi dari gaya manajemen dari negara-negara seperti Jepang, China,  Amerika atau Eropa ( Barat ).

 

Jika Anda adalah karyawan yang baru bergabung di salah satu perusahaan dengan gaya management Jepang yang kental dengan unsur kesenioran, maka Anda harus menonjolkan unsur-unsur positip lainnya seperti kepemimpinan Anda dalam memajukan team work. Namun bila Anda bekerja di perusahaan dengan gaya manajemen Amerika atau Eropa, Anda tidak perlu kuatir karena Anda bukan senior, namun Anda harus menunjukkan kemampuan analisa Anda dan menunjukkan terobosan-terobosan untuk menciptakan berbagai efisiensi dalam perusahaan tersebut. Jika Anda bekerja di perusahaan dengan gaya manajemen China atau Chinese Family-Owned Entreprise, maka Anda harus memiliki jiwa kekeluargaan dan dedikasi yang kuat terhadap perusahaan. 

 

Dengan memahami gaya manajemen perusahaan dimana Anda bekerja, maka Anda bisa menentukan sikap untuk mencapai puncak karir.

 

 

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

 

Weekend kemarin saya dipaksa oleh keluarga untuk berlibur ke Tanjung Lesung Banten selama tiga hari ( 6-8 June 2008 ).  Memang saya bukan pengendara mobil dengan kecepatan tinggi atau speed driver, akan tetapi juga terganggu dengan kondisi jalan yang penuh dengan lubang. Saya kira hanya di jalan menuju kampung saya di Bekasi saja yang banyak lubangnya.

Seingat saya, kalau weekend, jalanan menuju arah Pantai Carita  selalu rame dengan mobil –mobil para pelancong, tapi kali ini saya merasa sepi sekali. Hotel yang tahun lalu sedang direnovasi, hingga kemarin kondisinya masih sama seolah-olah proses renovasi terhambat. Tentu saja kami tidak mengalami kesulitan untuk  menemukan penginapan di Carita.

Para penjaja makanan, souvenir dan layanan lain mengerumuni kami untuk menawarkan dagangannya, maklumlah karena sasarannya hanya beberapa orang saja. Tempat-tempat pelelangan ikan dan pasar-pasar tradisional juga sepi. Ketika saya tanyakan kepada beberapa penduduk disana, mereka mengatakan “belum musim liburan”, “ada isu tsunami” “ada isu gunung krakatau mau meletus”, “harga BBM naik”.

Kondisi ini kelihatannya akan menguntungkan bagi kelestarian alam di pantai Carita dan sekitarnya. Tapi bagaimana nasib rakyat yang terlanjur berharap dari Visit Indonesia 2008  yang dicanangkan pemerintah ? Apakah rekan-rekan mempunyai ide yang bisa dibagikan kepada mereka ?  

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

Perjalanan karier dalam sebuah organisasi adalah ibarat pendakian gunung yang tinggi dimana hanya sedikit orang yang bisa mencapai puncaknya. Itupun apabila mereka diberi kesempatan, karena tuntutan kompetisi yang sudah mendesak, sering kali memaksa perusahaan untuk merekrut profesional dari luar perusahaan yang tidak mungkin diisi oleh orang dalam.

 

Seorang senior supervisor pernah bercerita bahwa dia merasa malu dan tidak nyaman ketika pihak manajemen merekrut seorang anak muda untuk menjadi managernya,  sehingga dia berniat untuk segera meninggalkan perusahaan tersebut dan mencari perusahaan yang lebih menjanjikan buat kariernya.

 

Namun tunggu demi tunggu, sang senior supervisor belum juga mewujudkan niatnya tersebut. Ketika ditanyakan kenapa, dia mengakui bahwa dia tidak punya keberanian dan tidak  yakin akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Dia memutuskan untuk bertahan dan menikmati ketidaknyamanan tersebut, dan lama-kelamaan dia bisa menyesuaikan diri dengan pemimpin muda tersebut. Anda pasti bisa menebak bahwa si senior supervisor tersebut tidak pernah menikmati posisi yang lebih tinggi dalam kariernya.

 

Ronny Siagian
Production Manager of PT. ISTW
Founder of CKS Foundation

 

 

Rekan saya memulai kariernya sebagai Salesman namun karena ketertarikan dan pengetahuannya di bidang komputer, maka rekan-rekan kerjanya sering memintanya untuk membantu apabila mereka menemui masalah dengan komputer. Beberapa tahun kemudian, rekan saya ini menjadi IT Manager di perusahaan tersebut. Kalau saja dia tidak mengembangkan bakatnya dan keahliannya dalam mengutak-atik komputer, mungkin sampai saat ini dia masih tetap sebagai Salesman biasa.

 

Bakat adalah pola pikir, perasaan, dan prilaku yang secara alami dapat terlihat pada diri seseorang. Kalau Anda bisa melakukan sesuatu, maka dikatakan Anda punya kemampuan namun bakat akan memperlihatkan sebaik dan sesering apa Anda melakukan sesuatu tersebut. Seiring dengan perjalanan waktu, bertambahnya pengetahuan dan pengalaman maka bakat dapat berkembang menjadi kekuatan.

 

Menurut Howard Garner, yaitu seorang pendidik di Harvard University, Amerika, bakat dibagi dalam delapan kategori Multiple Intelligences, yaitu :

 

a.      Kecerdasan Berbahasa (Linguistic Intelligence).

b.      Kecerdasan Logika (Logical Intelligence).

c.       Kecerdasan Ruang (Spatial Intelligence).

d.      Kecerdasan Musik (Musical Intelligence).

e.      Kecerdasan Tubuh-Kinestetik (Bodily-Kinesthetic Intelligence).

f.        Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence).

g.      Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence).

h.      Kecerdasan Natural  (Natural Intelligence).

 

Setelah Anda menyocokkan kedelapan kat